TIDORE - Terpilihnya Husdi Wahid sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Tongowai (IPPT) periode 2026–2029 secara aklamasi dinilai menjadi momentum penting untuk membangun kembali semangat kebersamaan, kreativitas, dan kontribusi pemuda di Kelurahan Tongowai.
Hal tersebut disampaikan Nurkholis Maulana, juru bicara sekaligus bagian dari tim pemenangan Husdi Wahid, usai pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) IPPT di Gedung PKK Kelurahan Tongowai, Minggu (4/10).
Menurut Nurkholis, terpilihnya Husdi Wahid yang akrab disapa Tata Aton melalui mekanisme musyawarah dan mufakat merupakan bentuk kepercayaan peserta Mubes kepada sosok yang dinilai memiliki komitmen untuk membawa IPPT ke arah yang lebih baik.
“Bagi kami, aklamasi ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah proses pemilihan. Ini adalah bentuk kepercayaan dan amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata,” ujar Nurkholis.
Ia menjelaskan, sejak awal proses pencalonan, tim pemenangan tidak memandang kontestasi sebagai ajang persaingan antarpemuda. Proses tersebut justru dipandang sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan dan upaya menghadirkan semangat baru bagi IPPT. Menurutnya, setelah Mubes berakhir, seluruh dinamika selama proses pencalonan harus ditinggalkan. Seluruh elemen IPPT diharapkan kembali bersatu sebagai satu keluarga besar dan bersama-sama mengawal kepengurusan baru.
Nurkholis menilai terpilihnya Husdi Wahid secara aklamasi bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kepercayaan yang diberikan peserta Mubes harus diterjemahkan ke dalam program kerja yang nyata dan dapat dirasakan manfaatnya oleh pemuda, pelajar, maupun masyarakat Tongowai.
Ia berharap kepengurusan baru tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menciptakan ruang bagi pemuda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan produktivitas di berbagai bidang.
Tim yang sebelumnya memberikan dukungan terhadap Husdi Wahid, kata Nurkholis, juga siap memberikan kontribusi dalam proses pengembangan organisasi ke depan.
Lebih lanjut, Nurkholis berharap kepemimpinan Husdi Wahid dapat memperkuat solidaritas antarpemuda dan pelajar Tongowai.
Menurutnya, potensi pemuda Tongowai cukup besar dan perlu dihimpun melalui sebuah wadah yang mampu menjadi ruang untuk berkreasi, berdiskusi, berkegiatan, sekaligus memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar.
“Harapan kami sederhana, bagaimana pemuda Tongowai semakin solid, semakin kreatif, dan semakin produktif. Kita ingin IPPT menjadi rumah bersama untuk melahirkan gagasan dan kegiatan yang bermanfaat,” jelasnya.Ia juga mengajak seluruh anggota dan keluarga besar IPPT untuk memberikan dukungan, kritik, serta gagasan kepada kepengurusan baru. Hal tersebut dinilai penting agar organisasi dapat berkembang secara sehat, terbuka, dan demokratis.
Sebagai juru bicara sekaligus bagian dari tim pemenangan Husdi Wahid, Nurkholis menegaskan kesiapan pihaknya untuk ikut mengawal proses transisi menuju kepengurusan baru.
Ia berharap seluruh keputusan yang dihasilkan melalui Mubes menjadi pijakan bersama dalam menjalankan organisasi selama periode 2026–2029.
Menurutnya, kepemimpinan Husdi Wahid juga perlu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemuda, pelajar, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur lainnya di Tongowai.
Nurkholis menilai, kekuatan utama IPPT ke depan bukan hanya berada pada ketua dan struktur kepengurusan, tetapi pada kemampuan seluruh keluarga besar organisasi untuk menyatukan langkah dan bekerja bersama.
Dengan terpilihnya Husdi Wahid secara aklamasi, ia berharap IPPT memasuki babak baru yang ditandai dengan semangat persatuan, kreativitas, dan kerja nyata.
“Musyawarah sudah selesai. Sekarang waktunya kita bekerja bersama. IPPT adalah milik kita semua,” pungkas Nurkholis.
Kepengurusan IPPT periode 2026–2029 diharapkan mampu memperkuat peran pemuda dan pelajar sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat Kelurahan Tongowai. (Red/Mediasi Tikep)