TIDORE - Penyaluran 80 Al-Qur’an oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Tidore Kepulauan membuka temuan lain di sejumlah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Saat turun langsung mendistribusikan bantuan, GP Ansor mendapati buku Iqra masih menjadi salah satu kebutuhan penting bagi anak-anak yang sedang belajar membaca Al-Qur’an.
Temuan tersebut muncul dalam rangkaian penyaluran bantuan 80 Al-Qur’an dari anggota DPD RI daerah pemilihan Maluku Utara, Hasby Yusuf, yang diterima GP Ansor Kota Tidore Kepulauan untuk kemudian disalurkan secara bertahap kepada TPQ dan rumah belajar yang membutuhkan.
Senin malam (17/8/2026), sebanyak 10 Al-Qur’an diserahkan kepada TPQ Al-Imran di Kelurahan Tuguwaji. Penyaluran ini menjadi bagian dari rangkaian distribusi bantuan yang menjangkau sejumlah wilayah di Tidore hingga daratan Oba.
Sebelumnya, pada 15 Agustus 2026, GP Ansor telah menyalurkan masing-masing 10 Al-Qur’an kepada dua TPQ dan satu rumah belajar di Kelurahan Tambula. Total 30 Al-Qur’an disalurkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Distribusi kemudian berlanjut ke Kelurahan Tuguwaji dan sejumlah TPQ di daratan Oba yang berada di tiga kecamatan.
Bagi GP Ansor, penyaluran secara langsung tersebut tidak hanya memastikan bantuan sampai kepada penerima, tetapi juga membuka ruang untuk mendengar kebutuhan lembaga pendidikan Al-Qur’an dari lapangan.
Ketua GP Ansor Kota Tidore Kepulauan, Jafar Noh Idrus, menyampaikan apresiasi kepada Hasby Yusuf atas bantuan yang diberikan.
“Pertama, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Hasby Yusuf yang telah memberikan bantuan 80 Al-Qur’an kepada GP Ansor Kota Tidore Kepulauan. Bantuan ini kemudian kami distribusikan kepada TPQ dan rumah belajar yang memang membutuhkan, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh anak-anak,” kata Jafar.
Menurut Jafar, kunjungan langsung ke sejumlah TPQ juga memperlihatkan bahwa kebutuhan pendidikan Al-Qur’an tidak berhenti pada ketersediaan mushaf.
“Di beberapa TPQ yang kami datangi, ternyata kebutuhan mereka bukan hanya Al-Qur’an. Mereka juga masih sangat membutuhkan Iqra. Karena Iqra ini menjadi bagian penting dalam proses belajar anak-anak sebelum mereka mampu membaca Al-Qur’an dengan baik,” ujarnya.
Kebutuhan tersebut, kata Jafar, kini menjadi aspirasi yang dibawa GP Ansor dari lapangan. Ia berharap dukungan terhadap pendidikan Al-Qur’an dapat berlanjut dengan pemenuhan kebutuhan Iqra.
“Kami membawa aspirasi dari beberapa TPQ yang kami temui di lapangan. Mudah-mudahan Pak Hasby Yusuf juga bisa membantu kebutuhan Iqra ini, karena memang menjadi kebutuhan dasar bagi anak-anak yang sedang belajar mengaji,” katanya.
Orang nomor 1 di GP Ansor Tidore ini menilai, bantuan Iqra akan menjadi pelengkap penting bagi TPQ, khususnya bagi anak-anak yang masih berada pada tahap awal belajar membaca Al-Qur’an.
“Jadi bukan hanya Al-Qur’an yang mereka butuhkan. Iqra juga sangat penting. Kami berharap aspirasi ini bisa menjadi perhatian dan mudah-mudahan ada bantuan lanjutan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” lanjutnya.
Ia menegaskan, GP Ansor ingin memastikan bantuan yang diterima tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Prinsip kami, bantuan yang masuk jangan berhenti di organisasi. Harus bergerak dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kami terus turun ke lapangan untuk melihat langsung kebutuhan TPQ,” tegas Jafar.
Sementara itu, Pengurus TPQ Al-Imran, Imron Hamadun, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang disalurkan GP Ansor.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada GP Ansor Kota Tidore Kepulauan yang telah memberikan perhatian kepada TPQ Al-Imran. Bantuan 10 Al-Qur’an ini sangat berarti bagi kami dan anak-anak yang belajar di sini,” ujar Imron.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menunjang kegiatan belajar mengaji sekaligus meningkatkan semangat anak-anak dalam mempelajari Al-Qur’an.
“Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat dan semakin menambah semangat anak-anak untuk belajar membaca serta memahami Al-Qur’an,” katanya.
Dari Tambula, Tuguwaji hingga daratan Oba, bantuan Al-Qur’an tersebut terus bergerak menuju ruang-ruang belajar anak-anak.
Namun, penyaluran itu juga membawa catatan penting bagi GP Ansor. Di sejumlah TPQ, kebutuhan terhadap Iqra masih menjadi bagian dari kebutuhan dasar dalam proses pendidikan Al-Qur’an.
Aspirasi tersebut kini dibawa GP Ansor dari lapangan, melengkapi bantuan Al-Qur’an yang telah disalurkan. Harapannya, dukungan terhadap pendidikan Al-Qur’an dapat menyentuh bukan hanya kebutuhan mushaf, tetapi juga sarana belajar anak-anak sejak tahap awal. (Red/Mediasi Tikep)