TIDORE - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Tambula, Kota Tidore Kepulauan tak sekadar diisi dengan kemeriahan dan hiburan. Ikatan Pemuda Pelajar Tambula (IPPT) menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk menyalurkan potensi sekaligus membangun keberanian generasi muda melalui Merdeka Fest 2026.
Di tengah semarak berbagai perlombaan, IPPT memberi perhatian khusus kepada anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) melalui tiga mata lomba yang sarat nilai pendidikan, yakni cerdas cermat, puisi dan pidato.
Ketiganya bukan sekadar perlombaan untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, panggung tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengasah pengetahuan, menyampaikan gagasan, menumbuhkan kreativitas serta belajar tampil percaya diri di hadapan orang lain.
Merdeka Fest 2026 resmi dibuka pada Sabtu (15/08/2026), di Gedung Pertemuan Kelurahan Tambula. Mengusung tema “Bersatu dalam Aksi, Tangguh dalam Karya”, kegiatan tersebut berlangsung hingga 18 Agustus 2026.
Kehadiran IPPT dalam perayaan kemerdekaan ini menunjukkan bahwa pemuda tidak hanya mengambil bagian dalam menciptakan kemeriahan, tetapi juga dapat menghadirkan kegiatan yang memberi ruang tumbuh bagi generasi berikutnya.
Lomba cerdas cermat, misalnya, mengajak peserta menguji pengetahuan sekaligus ketangkasan berpikir. Sementara puisi memberi ruang bagi anak-anak untuk menuangkan gagasan dan perasaan melalui karya.
Adapun lomba pidato menghadirkan tantangan yang berbeda. Anak-anak dituntut berani berdiri di hadapan orang lain, menyusun gagasan dan menyampaikannya dengan percaya diri.
Dari panggung sederhana itu, keberanian yang dibangun sejak dini diharapkan dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk mengambil peran yang lebih besar di masa depan.
Ketua Pemuda Tambula, Taib M. Ali, menilai langkah IPPT menghadirkan perlombaan tersebut merupakan bentuk nyata keterlibatan pemuda dalam mempersiapkan generasi.
Menurutnya, momentum kemerdekaan harus diisi dengan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai pendidikan dan pembentukan karakter.
“Kalau kita bicara tentang kemerdekaan, salah satu cara mengisinya adalah dengan menyiapkan generasi. Anak-anak harus diberikan ruang untuk belajar, berpikir, berbicara dan berani tampil. Apa yang dilakukan IPPT melalui kegiatan ini merupakan bagian dari cara kita merawat generasi,” ujar Taib.
Ia menegaskan, keberanian anak-anak untuk tampil dan berkompetisi merupakan modal penting yang perlu terus dibangun sejak dini.
“Jangan sampai anak-anak kita hanya menjadi penonton. Mereka harus diberikan panggung. Hari ini mungkin mereka tampil dalam lomba puisi, pidato atau cerdas cermat. Tetapi keberanian yang mereka bangun hari ini bisa menjadi bekal untuk mengambil peran yang lebih besar di masa depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Merdeka Fest 2026, Nona Rusli, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari partisipasi IPPT dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain tiga lomba tingkat SD tersebut, panitia juga menghadirkan sejumlah perlombaan hiburan seperti bermain PES, domino, makan kerupuk, lari karung serta berbagai permainan lainnya.
Rangkaian kegiatan itu membuat Merdeka Fest 2026 menjadi ruang pertemuan berbagai generasi. Anak-anak mendapatkan panggung untuk berprestasi, sementara pemuda mengambil peran dalam menghadirkan kegiatan yang menghidupkan suasana kemerdekaan.
Namun, di balik meriahnya perlombaan, cerdas cermat, puisi dan pidato menyimpan pesan yang lebih besar. IPPT ingin menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk menyalakan potensi, membangun keberanian dan menanamkan semangat berkarya sejak dini.
Sebab, prestasi tidak selalu dimulai dari panggung besar. Ia bisa tumbuh dari panggung sederhana dari keberanian seorang anak mengangkat tangan menjawab pertanyaan, membaca puisi di hadapan orang lain atau berdiri menyampaikan gagasan.
Di titik itulah Merdeka Fest 2026 menemukan maknanya. IPPT tidak hanya ikut meramaikan kemerdekaan, tetapi turut membuka ruang bagi generasi muda Tambula untuk belajar, berani tampil dan menemukan potensi mereka.
Melalui kegiatan ini, IPPT Tambula menegaskan bahwa mengisi kemerdekaan bukan hanya tentang merayakan perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang memberikan panggung kepada generasi hari ini untuk tumbuh dan menyiapkan masa depan. (Red/Mediasi Tikep)