TIDORE - Wakil Gubernur Maluku Utara, Dr. H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I., menjadi pusat perhatian ratusan warga saat turut menjalankan prosesi Batobo dalam kegiatan "Tobo Safar" yang digagas Nahdliyyin Kota Tidore di kawasan Tugulufa, Sabtu (25/7/2026). Sebagai pendukung setia Tim Nasional Argentina, Sarbin Sehe menepati komitmennya dengan ikut Batobo setelah Argentina harus mengakui keunggulan lawannya pada partai final Piala Dunia 2026.
Kegiatan tersebut diawali dengan jalan sehat yang mengambil titik start dari Kediaman Gubernur Maluku Utara di Kelurahan Tuguwaji menuju kawasan Pantai Tugulufa. Ratusan peserta dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti kegiatan yang memadukan olahraga, pelestarian tradisi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku UMKM.
Usai jalan sehat, seluruh peserta mengikuti prosesi Batobo, yakni mandi air laut bersama yang menjadi simbol sportivitas, komitmen, dan kebersamaan. Kehadiran H. Sarbin Sehe bersama Ketua TP PKK Maluku Utara, Hj. Rusni Konoras, di tengah masyarakat disambut sorak sorai dan tepuk tangan peserta yang memadati bibir Pantai Tugulufa.
Momen ketika Wakil Gubernur turun ke laut bersama warga menjadi daya tarik tersendiri. Tanpa sekat, Sarbin Sehe membaur dengan masyarakat, menunjukkan bahwa menjadi pendukung sepak bola tidak hanya tentang merayakan kemenangan, tetapi juga berani menerima kekalahan dengan menjunjung tinggi sportivitas.
Usai prosesi Batobo, Sarbin Sehe bersama Hj. Rusni Konoras mengunjungi sentra UMKM di Pelataran Tugulufa. Keduanya membeli berbagai jajanan dan produk lokal yang dijajakan para pelaku usaha sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator kegiatan, Jafar Noh Idrus, mengatakan "Tobo Safar" digagas sebagai ruang silaturahmi yang memadukan olahraga, tradisi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Tobo Safar merupakan tema kegiatan yang kami gagas untuk menghadirkan kebersamaan masyarakat melalui jalan sehat, tradisi Batobo, dan penguatan UMKM. Batobo sendiri menjadi simbol sportivitas dan komitmen, sementara pelibatan UMKM diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi yang positif, menghibur, sekaligus berdampak bagi pelaku usaha lokal," ujar Jafar.
Menurutnya, dipilihnya kawasan Tugulufa sebagai lokasi kegiatan bertujuan menghidupkan ruang publik sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat yang hadir.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, Dr. H. Sarbin Sehe, mengatakan komitmen harus dibuktikan dengan tindakan, sekecil apa pun bentuknya. Menurutnya, Batobo bukan sekadar mandi laut, tetapi simbol keberanian menerima hasil dengan jiwa besar.
"Saya selalu percaya bahwa komitmen adalah kehormatan. Ketika saya menyatakan siap Batobo jika Argentina kalah di final, maka hari ini saya datang untuk menepati janji itu. Menjadi suporter sejati bukan hanya berani bersorak saat menang, tetapi juga berani tersenyum ketika tim yang kita cintai kalah. Di situlah letak sportivitas dan kedewasaan dalam mendukung sepak bola," ujar Sarbin.
Ia menambahkan, kegiatan Tobo Safar mengandung pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar olahraga. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, melestarikan tradisi, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM.
"Saya berharap semangat kebersamaan seperti ini terus hidup di tengah masyarakat Maluku Utara. Kita boleh berbeda pilihan dan dukungan, tetapi persaudaraan harus selalu menjadi pemenangnya. Ketika tradisi, olahraga, dan ekonomi rakyat berjalan beriringan, di situlah kita sedang membangun Maluku Utara yang lebih kuat dan lebih maju,"Tutupnya.
(Red/Mediasi Tikep)