TIDORE - Tawa, tepuk tangan, dan haru menyatu dalam malam puncak Pekan Olahraga Tambula (POT) II Tahun 2026 yang digelar di Aula Kelurahan Tambula, Kota Tidore Kepulauan Jumat (24/7/2026). Setelah menyatukan masyarakat melalui olahraga dan berbagai kegiatan sosial, POT II resmi berakhir. Namun, malam itu bukan hanya tentang penobatan para juara, melainkan juga menjadi momen perpisahan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahap I Universitas Khairun (Unkhair) Ternate yang telah mengukir banyak cerita bersama warga.
Acara diawali dengan penampilan tarian persembahan dari anak-anak Kelurahan Tambula yang disambut meriah oleh masyarakat. Suasana kemudian semakin khidmat saat musikalisasi puisi dipentaskan, menghadirkan pesan tentang persaudaraan, gotong royong, dan pentingnya menjaga kebersamaan.
Malam puncak dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para juara turnamen sepak bola dan lomba domino.
Di cabang sepak bola, Persitama Legend kembali menunjukkan dominasinya dengan mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan SSB Saremo Putra melalui drama adu penalti di partai final. Sementara Al Maqam dan Zero Four harus puas berbagi posisi sebagai juara ketiga.
Pada lomba domino, pasangan M. Aqly Nawir dan Muhammad Guntur Muhdar dari Tim Samba berhasil keluar sebagai juara pertama setelah tampil konsisten hingga pertandingan terakhir.
Ketua Pemuda Kelurahan Tambula, Taib M. Ali, mengatakan POT II bukan sekadar agenda olahraga, tetapi telah menjadi ruang yang mempertemukan semangat kebersamaan antara pemuda, masyarakat, dan mahasiswa KKN.
"Malam ini terasa berbeda. Kami bukan hanya menutup POT II, tetapi juga melepas adik-adik KKN yang sudah menjadi bagian dari keluarga Tambula. Terima kasih atas kebersamaan, tenaga, dan pengabdian yang telah diberikan. Semoga suatu saat nanti kalian kembali ke Tambula, bukan sebagai tamu, tetapi sebagai keluarga yang pulang," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator KKN Unkhair Kelurahan Tambula, Ruslan Duwila, mengaku perpisahan tersebut menjadi salah satu momen paling berat selama menjalankan KKN.
"Tidak mudah mengucapkan selamat tinggal kepada tempat yang sudah kami anggap rumah sendiri. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Tambula yang menerima kami dengan penuh kehangatan. Kami pulang membawa banyak pelajaran dan kenangan yang akan selalu kami ceritakan. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga meski masa KKN telah berakhir," kata Ruslan.
Di penghujung acara, suasana haru tak lagi terbendung. Mahasiswa KKN dan masyarakat saling bersalaman, berpelukan, serta mengabadikan momen melalui foto bersama. Senyum yang mengembang di wajah mereka menyimpan rasa berat untuk berpisah setelah selama beberapa pekan hidup, bekerja, dan berkarya bersama.
Malam penutupan POT II 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjadi penanda berakhirnya sebuah pengabdian, sekaligus meninggalkan jejak persaudaraan yang diyakini akan terus hidup di hati masyarakat Tambula maupun Mahasiswa KKN Universitas Khairun Ternate. (Red/Mediasi Tikep)