4 Hari Mengguncang Oba Tengah, Festival Budaya Paceda Resmi Berakhir
FOTO: Kebersamaan Pemuda Paceda Di Acara Penutupan Festival

TIDORE - Setelah berlangsung selama 4 hari dan menyedot perhatian masyarakat, Festival Budaya yang bertajuk "Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara"di Paceda Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) resmi ditutup pada Sabtu (16/5/2026).

Festival yang digelar oleh Ikatan Pemuda Pelajar Paceda (IPPP) itu berlangsung meriah dan mendapat antusias besar dari masyarakat, tokoh adat, hingga pemerintah daerah.

Acara penutupan secara resmi dilakukan oleh Musa Djamal, S.Hi selaku Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Oba Tengah.

IKLAN

Dalam sambutannya, Musa Djamal memberikan apresiasi kepada masyarakat dan pemuda Paceda yang dinilai berhasil menghadirkan festival budaya sebagai ruang menjaga tradisi dan mempererat kebersamaan masyarakat.

“Festival ini menjadi bukti bahwa masyarakat Paceda masih memiliki kepedulian terhadap budaya dan warisan leluhur. Pemerintah tentu memberikan apresiasi karena kegiatan seperti ini sangat penting bagi generasi muda,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, pemerintah kecamatan akan mendorong Festival Budaya Paceda agar bisa menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan karena dinilai memiliki dampak positif bagi pelestarian budaya dan penguatan masyarakat.

“Kami berharap festival ini bisa terus dilaksanakan dan ke depan dapat masuk dalam agenda tahunan pemerintah daerah. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menjaga budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Paceda, Faris Abd. Rahim, mengatakan keberhasilan festival tersebut menjadi bukti bahwa pemuda kampung masih memiliki semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap budaya daerah.

Ia berharap, semangat yang terbangun selama festival tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi menjadi awal kebangkitan pemuda Paceda untuk terus aktif dalam kegiatan sosial dan kebudayaan.

“Semoga pemuda Paceda tetap solid dan terus menjaga kebersamaan. Festival ini bukan akhir, tapi awal untuk menunjukkan bahwa pemuda kampung juga bisa bergerak bersama menjaga budaya dan membangun daerah,” kata Faris.

Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam Festival Budaya Paceda menjadi pengalaman berharga karena seluruh proses kegiatan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat dan generasi muda.

“Lewat festival ini kami belajar bahwa ketika pemuda bersatu, banyak hal baik bisa dilakukan untuk kampung. Semoga semangat ini tetap hidup dan terus dijaga,” pungkasnya.

Faris juga berharap Festival Budaya Paceda dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi agenda budaya tetap di Kota Tidore Kepulauan.

“Kami berharap festival ini bisa menjadi agenda tahunan karena budaya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Pemuda tentu siap terus terlibat dan menjadi bagian dalam menjaga tradisi kampung,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Faris turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, pihak Kesultanan Tidore, Pemerintah Desa, para sponsor, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah mendukung jalannya festival hingga berlangsung sukses.

“Atas nama pemuda dan masyarakat Paceda, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, pihak Kesultanan Tidore, Pemerintah Desa seluruh sponsor, dan semua pihak yang telah membantu dan mendukung festival ini. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga untuk kemajuan kampung dan budaya kita,” tutupnya. (Red/Mediasi Tikep)

Redaksi Mediasi
Aktual • Terpercaya • Inspiratif | @Syarif Noh
72 Views