TIDORE - Menjelang pelaksanaan Festival Kebudayaan bertajuk "Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara" pada 13 Mei 2026 mendatang, Ikatan Pemuda Pelajar Paceda (IPPP) Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) terus mematangkan persiapan dengan membangun silaturahmi dan dukungan dari berbagai tokoh penting di Tidore.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian yakni pertemuan pemuda Paceda dengan Sultan Tidore, Husain Sjah. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman.
Dalam kesempatan itu, Sultan Tidore memberikan apresiasi terhadap semangat generasi muda Paceda yang masih memiliki kepedulian besar terhadap adat dan budaya leluhur.
“Anak-anak muda seperti ini harus diberikan dukungan. Karena mereka bukan hanya membuat kegiatan, tetapi sedang menjaga identitas daerah dan warisan budaya yang diwariskan leluhur,” ujar Sultan Husain Sjah Senin (11/05/2026).
Menurutnya, festival budaya menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Tidore kepada generasi muda maupun masyarakat luas.
“Budaya jangan hanya disimpan dalam cerita. Budaya harus dihidupkan melalui kegiatan-kegiatan seperti ini agar tetap dikenal dan dicintai generasi berikutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival, Sintia Muhammad mengatakan bahwa festival "Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara" menjadi bentuk kecintaan pemuda terhadap tanah kelahiran dan budaya lokal yang selama ini terus dijaga masyarakat Paceda.
Ia menyebut, berbagai persiapan terus dimaksimalkan demi menghadirkan festival budaya yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberi kesan mendalam bagi masyarakat dan para pengunjung.
“Kami ingin festival ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus memperlihatkan bahwa budaya Tidore tetap hidup dan dicintai generasi muda," Ujar Sintia.
Dia berharap, Festival ini nantinya dapat menjadi momentum kebangkitan budaya sekaligus mempererat persatuan masyarakat, khususnya generasi muda di Oba Tengah.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemuda masih peduli terhadap budaya dan adat istiadat daerah. Harapan kami, festival ini bukan hanya ramai saat pelaksanaan, tetapi juga mampu meninggalkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk datang, meramaikan dan bersama-sama menjaga warisan budaya yang menjadi identitas kita,” tutup Sintia.
Selain bertemu Sultan Tidore, pihak IPPP juga melakukan silaturahmi dengan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman serta Rektor Universitas Nuku, Idris Sudin guna memperkuat dukungan dan kolaborasi demi mensukseskan festival budaya tersebut.
Festival tersebut nantinya akan menghadirkan berbagai kegiatan budaya seperti tari tradisional, puisi daerah, lomba bahasa daerah, pertunjukan seni serta sejumlah atraksi budaya lainnya yang melibatkan masyarakat dan pelajar. (Red/Mediasi Tikep)