SOFIFI - Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat meningkatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan guna mengejar ketertinggalan kualitas sekolah dan kompetensi guru. Langkah strategis ini diawali dengan peluncuran Program Pengembangan Sekolah Model dan Program Guru Transformasional di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Sabtu (02/05).
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyatakan bahwa pemerintah daerah menargetkan kenaikan capaian SPM pendidikan yang signifikan. Dari skor saat ini yang berada di angka 42, Sherly optimis angka tersebut dapat melonjak ke skor 80 di akhir masa kepemimpinannya.
"Peningkatan layanan pendidikan adalah kunci utama pembangunan sumber daya manusia di daerah. Oleh sebab itu, kami menjalin kolaborasi strategis dengan Putera Sampoerna Foundation untuk membenahi sistem pendidikan kita," ujar Sherly dalam keterangan tertulisnya, Selasa (05/05).
Sinergi ini merupakan bagian dari Program Inovatif Sumber Daya Manusia yang telah dimulai sejak Desember 2025 melalui fase profiling. Sebanyak 400 guru dan kepala sekolah dari enam sekolah di Kota Ternate serta Kota Sofifi telah mengikuti pemetaan untuk menyusun program peningkatan mutu yang lebih terukur.
Senior Director Putera Sampoerna Foundation, Elan Merdy, menegaskan bahwa hasil pemetaan tersebut menjadi fondasi utama program. "Intervensi yang kami lakukan didasarkan pada kebutuhan nyata di lapangan, bukan sekadar asumsi. Kami mendorong kepemimpinan sekolah yang berbasis data," jelas Elan.
Sekolah Model dan Percontohan
Sebagai tahap awal, SMAN 5 Tidore Kepulauan dan SMAN 10 Kota Ternate terpilih sebagai sekolah percontohan (pilot project). Melalui Lighthouse School Program, kedua sekolah ini diproyeksikan menjadi institusi rujukan yang kualitasnya akan ditingkatkan secara menyeluruh hingga tahun 2028.
Selain itu, Program Guru Transformasional juga mulai berjalan dengan melibatkan 175 guru dan 41 tenaga manajemen sekolah dari Ternate dan Sofifi. Fokus utama program ini adalah penguatan kepemimpinan berbasis data dan peningkatan kompetensi pedagogik guru secara berkelanjutan.
Peluncuran program ini turut disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut Abubakar Abdullah, Kepala Inspektorat Malut Agus Riyanto, serta jajaran pendidik di wilayah Sofifi dan sekitarnya. Penguatan SPM pendidikan ini diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku Utara di masa depan. (Red/Mediasi Tikep)