TIDORE - Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Tidore Kepulauan tak ingin peringatan Hari Santri Nasional 2026 berhenti sebatas seremoni. Melalui aksi kepedulian kesehatan, Ansor menyiapkan 1.000 masker untuk dibagikan kepada masyarakat di Pelabuhan Loleo, Kamis (22/10/2026), dengan dukungan Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan.
Dukungan tersebut ditandai dengan penyerahan resmi 1.000 masker dari Dinas Kesehatan kepada GP Ansor Kota Tidore Kepulauan, Rabu (21/10/2026), di Kantor Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan. Penyerahan ini merupakan tindak lanjut atas permintaan yang diajukan Ansor untuk mendukung rangkaian peringatan Hari Santri yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif NU Kota Tidore Kepulauan.
Ketua GP Ansor Kota Tidore Kepulauan, Jafar Noh Idrus, mengatakan inisiatif pembagian masker merupakan bentuk dukungan Ansor terhadap penyelenggaraan Hari Santri sekaligus kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat akibat persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda Maluku Utara.
“Bagi Ansor, Hari Santri bukan sekadar upacara dan seremoni. Semangat santri harus hadir dalam tindakan nyata, dalam kepedulian terhadap masyarakat, dan dalam keberanian mengambil bagian untuk menjawab persoalan yang sedang dihadapi. Karena itu, kami menginisiasi pembagian 1.000 masker ini agar peringatan Hari Santri juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Jafar.
Menurutnya, dukungan terhadap agenda Hari Santri yang diselenggarakan LP Ma’arif NU merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen Nahdlatul Ulama. Sebagai badan otonom NU, Ansor ingin memastikan semangat kebersamaan itu diwujudkan melalui kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermanfaat.
“Jangan sampai Hari Santri hanya ramai dalam kegiatan, tetapi kehilangan makna pengabdiannya. Kami ingin momentum ini menjadi pengingat bahwa santri dan pemuda harus peka terhadap keadaan di sekitarnya. Ketika masyarakat menghadapi persoalan kabut asap, kepedulian tidak cukup hanya disampaikan lewat kata-kata. Harus ada langkah nyata yang bisa dilakukan,” ujarnya.
Orang nomor 1 di Gp Ansor Tidore ini juga menyampaikan, apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan atas dukungan penyediaan masker untuk kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah merupakan bagian penting dalam menghadirkan kegiatan sosial yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara itu,Mewakili Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Hafsa T Emmi,S.Fram.apt, menyatakan dukungan terhadap inisiatif GP Ansor yang menghubungkan peringatan Hari Santri dengan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
“Pada prinsipnya, kami mendukung kegiatan positif seperti ini. Peringatan Hari Santri menjadi semakin bermakna ketika diisi dengan aksi kepedulian yang menyentuh masyarakat. Kami berharap pembagian masker ini dapat mendukung kegiatan tersebut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama ketika persoalan kabut asap menjadi perhatian,” kata Hafsa.
Ia berharap, kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan GP Ansor dapat mendorong semakin banyak kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat. Dukungan tersebut juga menjadi wujud sinergi dalam menyukseskan agenda Hari Santri di Kota Tidore Kepulauan.
Melalui kegiatan ini, GP Ansor berharap semangat Hari Santri tidak hanya diperingati melalui upacara, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian sosial dan tindakan nyata bagi masyarakat. (Red/Mediasi Tikep)